Masih ingat tentang kisah Kedai Digital yang sekitar tahun 2009 menjadi topik hangat dunia perbisnisan? Kedai digital yang didirikan bulan Maret 2005 ini mengundang perhatian banyak orang karena mampu menuai omset ratusan juta rupiah dalam sebulan. Berbagai media baik online maupun offline pernah memuat kisahnya yang sangat inspiratif.
Ide yang membuat Saptuari Sugiharto mendirikan Kedai Digital ini awalnya adalah ide sederhana. Bermula ketika ia melihat banyaknya masyarakat yang sangat antusias berebut merchandise yang bergambar selebritis, padahal bukan hanya selesbritis saja yang fotonya dapat terpampang di merchandises, semua orang dapat memasang fotonya sendiri di barang-barang kesayangan mereka.
Dalam pikirannya kala itu, setiap orang pasti memiliki sisi narsis dalam dirinya. Mereka akan bangga jika fotonya terpajang di tempat-tempat yang dapat dinikmati oleh orang lain. Untuk itulah pada tanggal 28 Maret 2005, Saptuari mendirikan Kedai Digital dengan produk pertamanya adalah mug.
Pangsa pasar yang dibidiknya pertama adalah kalangan pelajar dan mahasiswa. Pertimbangannya adalah pada usia pelajar dan mahasiswa tersebut, keinginan untuk menampilkan diri dan bersikap narsis sangat tinggi hingga memerlukan wadah untuk menyalurkannya. Selain itu, dengan pangsa pasar pelajar dan mahasiswa, sebenarnya lebih mudah untuk merebut pasar secara keseluruhan, karena bagaimanapun jumlah masyarakat di Indonesia secara keseluruhan di dominasi oleh usia pelajar dan mahasiswa artinya usia inilah yang lebih banyak dibandingkan masyarakat usia dewasa, anak-anak ataupun manula.
Dan sasaran bidiknya ternyata tidak meleset. Yogyakarta yang dijadikannya sebagai pilot project pertamanya ternyata berhasil mencapai omset sekitar tujuh puluh juta per bulan per kedai. Keberhasilan ini membuatnya semakin bersemangat untuk mengembangkan usahanya. Sasaran berikutnya adalah kota-kota di mana terdapat banyak mahasiswa.
Selain itu ia mulai menambah jenis produknya. Bukan hanya mug saja yang dapat dijadikan wadah untuk bernarsis ria, namun t-shirt, pin, gantungan kunci, jam, mouse pad, kalender dan berbagai produk lain sesuai dengan permintaan konsumennya. Sebagai fasilitasnya, para pelanggan yang datang untuk memesan produk di Kedai Digital miliknya ini boleh meminta desain khusus untuk produk yang mereka kehendaki, boleh menggunakan foto pribadi yang diambil dari handphone atau flashdisk atau menerima jasa mendesainkan produk tersebut sesuai dengan keinginan para pelanggannya.
Kedai Digital akhirnya tidak saja menyediakan wadah untuk narsis, namun juga mampu menyediakan produk-produk yang dapat digunakan oleh masyarakat luas atau perusahaan-perusahaan sebagai sarana promosi. Melakukan promosi dengan menggunakan produk seperti mug dan pin saat ini sedang digemari oleh perusahaan-perusahaan besar karena dengan cara promosi tersebut, perusahaan akan mendapatkan banyak pelanggan. Hal ini pula yang merupakan salah satu penyebab semakin cepatnya perkembangan usaha Kedai Digital ini hingga mampu membuka banyak cabang di berbagai kota besar di Indonesia.
Kesuksesan Saptuari Sugiharto ini akhirnya membawanya menjadi runner up wirausahawan muda mandiri pada tahun 2007. Penghargaan yang diraihnya tersebut tidak membuatnya berhenti dan berpuas diri. Ia terus melakukan inovasi untuk mengembangkan usahanya ini. Saat ini Kedai Digital Corp telah memiliki empat brand yaitu Kedai Digital Merchandise, Kedai Digital Cutting, Kedai Digital Studio dan Kedai Digital Bordir.
Saat ini, pada tahun ke-7 sejak pendiriannya, Kedai Digital memiliki kurang lebih 55 cabang yang tersebar di 35 kota di Indonesia
Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari kisah sukses seorang Saptuari Sugiharto yaitu :
- Nama Unik untuk Tempat Usaha
Menurut Saptuari, nama tempat usaha kita haruslah unik dan tidak norak agar tidak mudah ditiru pesaing bisnis lain, namun gampang diingat oleh konsumen. Pemilihan nama ini sangat penting untuk menjadi perhatian para pemilik bisnis karena dari nama inilah para pelanggan akan mengenal bisnis yang sedang kita jalankan. Setelah nama ditentukan sebaiknya langsung didaftarkan di Dirjen HAKI sehingga menjadi merek resmi dan memiliki hak paten.
- Berani Gila, Kreatif dan Tak Tahu Malu.
Usaha di bidang kreatif harus memiliki segudang ide dan kreativitas yang tinggi untuk memajukan usahanya. Kadang kala muncul pula ide-ide gila yang mungkin bagi kebanyakan orang sangat aneh dan tak masuk akal. Namun jika tidak pernah dicoba, ide-ide gila itu hanya akan menjadi sekedar ide saja. Karena itu perlu pula dikembangkan sedikit rasa tak tahu malu untuk mewujudkan ide gila menjadi kreasi baru yang patut dicoba.
- Berani Mengambil Resiko
Bagi Saptuari, seorang pengusaha sukses itu adalah pengusaha yang berani mengambil resiko, bahkan sudah memperhitungkan resiko apa yang mungkin dihadapinya. Selain itu seorang pengusaha sukses juga harus memiliki sikap tidak takut gagal, selalu berpikiran positif dan memiliki segudang ide yang terus dapat membantunya berinovasi dan menciptakan produk-produk baru. Berani mengambil resiko ini pula yang telah dilakukan oleh Saptuari, sehingga akhirnya ia bisa meraih kesuksesan dengan bisnis Kedai Digital-nya ini.
- Bersemangat
Dalam menjalankan suatu usaha haruslah selalu bersemangat. Langsung action dan jangan kebanyakan berpikir. Itulah yang disarankan oleh Saptuari bagi para pengusaha muda agar dapat sukses di bisnis kreatif. [MA/kabarukm.com]
Untuk menghubungi Kedai Digital ini dapat melalui :
Saptuari Sugiharto (Direktur Kedai Digital Corp)
Kedai Digital Center Lt.3
Jl. Gambir 6 Deresan Yogyakarta
Telp/Fax : 0274 – 563289
Email : kedaidigital@yahoo.com
sumber foto : indonesiafinancetoday.com




