Kreasi Pelepah Pisang, Limbah yang Membawa Berkah

Kreasi Pelepah Pisang, Limbah yang Membawa Berkah

Pohon pisang adalah produk tanaman pangan yang sangat berlimpah di negara kita. Kebanyakan dari kita memanfaatkan buah pisang untuk menciptakan berbagai olahan pangan dari keripik hingga kolak, dari bubur pisang hingga dimakan begitu saja. Dan ketika pohon pisang sudah tak berbuah lagi maka batang pisangnya biasanya akan ditebang untuk digantikan pohon yang baru atau dibiarkan saja hingga pohon itu mati dengan sendirinya.

Namun ternyata pohon pisang mampu memberikan pendapatan yang lebih banyak tidak hanya dari buahnya namun juga dari batangnya sehingga batang yang dulu hanya dianggap sebagai limbah, saat ini bisa menjadi bahan baku bisnis yang menjanjikan keuntungan.

Bisnis kreasi pelepah pisang ini bisa dijalankan oleh siapa saja karena modal yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis ini hanyalah kreativitas yang tinggi, kemauan dan kerja keras serta berani berinovasi dalam menciptakan berbagai kreasi unik dari limbah pelepah pisang yang  bahan bakunya bisa didapatkan tanpa harus mengeluarkan modal sepersen pun.

Pasar untuk menjual produk kreasi pelepah pisang ini tidak hanya di dalam kota dan dalam negeri saja, namun sudah banyak pasar luar negeri yang melirik berbagai produk olahan berbahan baku pelepah pisang ini. Bahkan banyak event organiser di negara Singapura dan Itali yang menggunakan produk kreasi pelepah pisang ini sebagai souvenir baik souvenir perusahaan, pernikahan dan lain sebagainya.

Jenis Produk Yang Dihasilkan

Ada banyak sekali produk yang bisa dihasilkan dari pelepah pisang yang dipadukan dengan berbagai bahan lain sehingga menghasilkan kreasi yang unik, memikat dan jelas berbeda dengan produk lain yang serupa. Contohnya adalah kotak pensil, kebanyakan kotak pensil yang ada di pasaran adalah buatan pabrik, dengan membuat kotak pensil dari pelepah pisang, maka secara tidak langsung kita menawarkan produk  ramah lingkungan kepada para orang tua yang hendak mengajarkan anak-anaknya untuk mencintai lingkungan.

Masih ada banyak lagi benda kerajinan lainnya seperti pigura, sandal, keranjang,  kotak tissue, kap lampu, tas, karpet dan tikar, hiasan dinding dan lain sebagainya. Semakin unik produk yang kita buat maka akan semakin bagus harga jualnya. Bahkan dengan berkembangnya bisnis kreatif di jaman sekarang ini, banyak sekali permintaan dari luar negeri. Biasanya permintaan dari luar negeri tersebut memang melalui perantara, namun kebutuhan dalam jumlah besar pasti akan kita dapatkan jika kualitas produk kita yang unik ini bisa dijamin dan dipertanggungjawabkan. Tidak terbayangkan jika suatu saat kita menerima pesanan keranjang bulat yang akan digunakan oleh para pemetik Apel di perkebunan apel di. Dan pesanan keranjang tersebut hingga satu kontainer penuh sebulan.

Lukisan Dari Pelepah Pisang

Pernahkah melihat lukisan yang terbuat dari pelepah pisang?

Lukisan ini jelas sangat jauh berbeda dengan lukisan kebanyakan yang menggunakan kombinasi warna dari cat dan bermedia kanvas. Namun lukisan dari pelepah pisang ini murni hanya menggunakan triplek sebagai media dan pelepah pisang yang menjadi catnya.

Ade Mulyana, laki-laki berumur 64 tahun ini ternyata sudah menekuni kreasi lukisan dengan pelepah pisang sejak tahun 1969. Satu lukisan memerlukan berbagai macam warna, namun Pak Ade ini menggunakan bahan-bahan alami untuk menghasilkan berbagai warna dengan pelepah pisang tersebut, Misalnya saja untuk mendapatkan warna hijau maka ia akan menggunakan pelepah pisang yang masih mudah dan berwarna hijau lalu mengkukus pelepah pisang itu agar awet dan tahan lama. Bahan pengawet yang digunakannya pun berasal dari dapurnya sendiri seperti daun sirih, kapur sirih, gambir, tembakau, garam dan kayu manis.

Untuk mendapatkan warna yang lebih coklat maka ia akan mencampurkan bahan lain seperti daun jambu sehingga pelepah pisangnya menjadi berwarna lebih coklat dan gelap. Begitu pula yang terjadi jika ia menginginkan warna lainnya. Intinya adalah kreativitas yang tinggi diperlukan untuk menghasilkan kreasi bagi ide bisnis kreatif yang tak akan dapat ditandingi oleh siapapun.

Pelepah pisang itu akan disobek, dipotong dengan berbagai ukuran dan kemudian ditempelkan di atas triplek yang sudah berpola gambar atau lukisan yang hendak dilukis. Satu karya seni yang dihasilkannya saat ini bisa menghasilkan nilai jutaan. Bahkan untuk tingkat kesulitan tertentu dalam pembuatannya, harga hasil karyanya bisa mencapai puluhan juta. Padahal jika dilihat lagi, bahan baku yang digunakan sama sekali tidak membutuhkan modal yang banyak bahkan tinggal memetik di kebun di belakang rumah, di gunung atau di hutan yang banyak terdapat populasi pohon pisang.

Hambatan Bisnis Kreasi Pelepah Pisang

Berkembangnya bisnis kreatif di Indonesia yang semakin pesat membuat persaingan bisnis antar pengrajin pun semakin ketat. Tidak hanya pengolahan produk yang membutuhkan kreativitas yang tinggi namun untuk pemasaran pun kita juga harus berkreasi untuk merebut perhatian konsumen serta untuk mendapatkan penghasilan.

Menjangkau pasar luar negeri sebenarnya gampang-gampang susah. Tetapi, kemudahan yang diberikan oleh teknologi informasi dan internet sebenarnya bisa kita manfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan bisnis dan produk kerajinan yang kita hasilkan ke pasar luar negeri tersebut.

Cara lain adalah dengan mengikuti berbagai pameran kerajinan baik yang berskala nasional maupun yang berskala internasional. Kita juga bisa menitipkan karya atau produk kita ini ke toko-toko souvenir, toko oleh-oleh, menitipkan ke galeri-galeri seni bahkan bisa pula dengan merekrut tenaga pemasaran. Bekerja sama dengan event organiser sebagai penyedia souvenir untuk bagi pemilik acara juga bisa dilakuakn sehingga jika ada pengantin yang menginginkan souvenirnya adalah produk yang unik dan merupakan bahan daur ulang, maka pemilik event organiser tersebut akan segera menghubungi kita. [MA/kabarukm.com]

foto: hobykita.wordpress.com

Share Kabar UKM: Share on Facebook1Tweet about this on Twitter10Share on Google+0Share on LinkedIn0Pin on Pinterest0Share on TumblrEmail this to someone

Kabar UKM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *