Jamu Herbal, Alternatif Bisnis Warisan Leluhur

Jamu Herbal, Alternatif Bisnis Warisan Leluhur

Jamu, merupakan minuman tradisional Indonesia terutama bagi masyarakat Jawa. Fungsinys sebagai pemelihara kesehatan tubuh dan tak jarang yang juga bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit ringan sampai berat. Beras kencur, sinom, kunyit asam, cabe puyang, dan kunci sirih adalah sebagian dari jenis jamu herbal yang masih banyak diminati oleh masyarakat. Jamu begitu populer terutama pada daerah perkampungan, pesisir, pelabuhan, dan tempat berbagai kegiatan usaha dengan pekerjaan yang cukup menyita tenaga.

Dari kebutuhan dan kepopuleran jamu herbal tersebut, maka masih terbuka peluang berbisnis di bidang satu ini. Apalagi saat ini masyarakat banyak yang menjalani hidup back to nature, kembali ke alam. Pebisnis jamu herbal bukan lagi sekedar menggendong bakul berisi jamu di dalam botol dan menjajakannya keliling perkampungan. Saat ini banyak bisnis jamu herbal yang berkembang pesat. Mereka menggunakan cara modern dalam membuat dan memasarkan produknya. Produk jamu herbal bisa dijumpai dalambentuk cair dan serbuk. Serbuk jahe, serbuk kunyit asam, serbuk kuci sirih, semua bisa dibuat dengan cara dan peralatan sederhana. Asalkan diolah dengan higienis dan dari bahan-bahan bermutu jamu herbal tersebut bisa tahan sampai sekitar tiga bulan tanpa pengawet.

Sedangkan jamu herbal berbentuk cair juga tetap diminati oleh konsumen. Pebisnis jamu herbal menjualnya dengan cara menitipkan botol kecil atau plastik berisi jamu ke sekolah, kantor, pasar, sampai dengan supermarket. Tentu saja pengurusan PIRT atau izin usaha makanan-minuman skala rumah tangga dan sertifikat halal menjadi hal penting bagi berkembangnya bisnis tersebut. Ada juga pebisnis jamu herbal yang menggunakan mobil dalam menjajakan jamu. Mereka berhenti di sepanjang taman kota, alun-alun, atau tempat terbuka bersama para pedagang kaki lima. Banyaknya orang lalu lalang menjadi target penjualan jamu yang bisa mencapai omset sampai 2 juta rupiah dalam sehari.

Pak Sunar, penjual jamu herbal asal Mulyorejo memulai bisnisnya dengan membeli mobil sejenis H Jet tahun 1980an. Menata dagangan jamu herbal di botol-botol bekas minuman kemasan dan dijualnya di dalam mobil yang diparkir di tepi jalan. Dari satu mobil tersebut, usaha yang dibangun mulai tahun 1990an ini berkembang dengan pesat. Saat ini pak Sunar telah memiliki empat mobil yang semua menjajakan jamu herbal dan tersebar di beberapa titik jalan raya sepanjang kota Surabaya. Jualannya hanya di malam hari untuk mengantisipasi penertiban dan melayani para pekerja yang mencari makan serta vitamin penguat tubuhnya. Beberapa jamu herbal yang terlihat pada mobil pak Sunar antara lain :

  • Beras kencur, sebagai penambah nafsu makan dan menyegarkan badan.
  • Kunyit asam, sebagai pereda nyeri haid dan penambah stamina.
  • Kunci sirih, sebagai penghilang bau badan dan memelihara organ kewanitaan.
  • Kudu laos, sebagai penghilang lelah dan melemaskan otot.
  • Paitan, sebagai antioksidan dan memelihara kecantikan kulit.
  • Temulawak, sebagai penambah nafsu makan dan pencegah hepatitis

Berbagai jenis jamu herbal tersebut dibuat dengan cara higienis sehingga mematahkan berbagai anggapan tentang keberadaan air mentah dan pemanis buatan pada jamu herbal. Pak Sunar mematahkan anggapan tersebut dengan membuka dapurnya untuk umum. Demikian juga yang dilakukan oleh penjual jamu herbal Perkutut yang biasa mangkal di SPBU tengah kota Sidoarjo. Mereka berdua memegang prinsip berjualan jamu herbal yang benar-benar sehat dan konsumen terlayani dengan puas. Sehingga pelangganya terus bertambah dan pesananpun merambah sampai ke luar kota. [AM/kabarukm.com]

Share Kabar UKM: Facebook7Twitter3Google+0LinkedIn0Pinterest0tumblrEmail

Kabar UKM

One Comment

  1. sungguh uraian yang luar biasa dan menambah inspirasi pada banyak orang,,semoga ilmu ini terus berkembang dan memberi manfaat bagi semua orang ,salam sukses,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *