Cara Sukses Beternak Ayam Potong

            Hampir setiap hari dalam satu kali menu makan di meja tersedia masakan yang berbahan baku ayam. Belum lagi di sejumlah restoran cepat saji sampai menu tradisional selalu ada masakan berbahan baku ayam juga. Inilah mengapa bisnis ayam potong terus berkembang pesat dan tak pernah ada sepinya. Dalam satu hari, Karni seorang pedagang ayam potong di pasar Sukodono Sidoarjo mampu menjual tak kurang dari dua kwintal daging ayam. Semua terjual mulai dari paha, dada, jerohan, sampai kaki dan kepala. Bahkan bulunya juga ada yang mengepul sendiri, kemungkinan besar dibuat sebagai bahan kemucing atau pembersih kaca.

Melihat dari besarnya prospek permintaan ayam potong tersebut, maka menerjuni ternak ayam potong masih bisa digunakan sebagai salah satu alternatif bisnis unggulan. Selama ini ada dua macam cara beternak ayam potong, menurut permodalan yang dikeluarkan :

  1. Ternak ayam konvensional

Ternak ayam potong yang dilakukan secara konvensional benar-benar bermodalkan dana dan kemampuan pribadi pebisnis. Ternak ayam ini membutuhkan curahan biaya, tenaga, dan waktu secara penuh. Mulai dari mempersiapkan lahan dan kandang, membeli bibit, membesarkan ayam, sampai dengan panen dan pemasarannya.

Keuntungan dari ternak ayam potong konvensional memang cukup besar. Apalagi jika peternak mampu membudidayakan ayam dengan baik dan mengetahui ilmu ternak ayam secara optimal. Pemberian makanan, vitamin, dan pengobatan juga perlu diperhitungkan demi terselenggaranya ternak yang memiliki hasil maksimal.

  1. Ternak ayam model plasma

Ternak ayam model plasma inti ini memang hasilnya lebih sedikit. Karena peternak mendapatkan semua fasilitas beternak dari pabrik. Peternak hanya menyiapkan lahan dan kandang. Pabrik yang menawarkan kerjasama terbak ayam ini biasanya menyediakan berbagai keperluan peternak. Mulai dari bibit ayam, makanan, vitamin, vaksin, sampai dengan menerima hasil panen ayam tersebut. Jika makanan, vitamin, dan vaksin yang diberikan oleh pabrik benar-benar diaplikasikan kepada ayam maka hasil yang diperoleh biasanya sesuai dengan perkiraan. Kecuali memang ada wabah penyakit sehingga menyebabkan ayam banyak yang mati. Dalam ternak sistem plasma tersebut, pebisnis hanya menyiapkan lahan, kandang, dan perawatannya.

Dengan adanya dua pilihan bagi sistem beternak ayam tersebut, maka diharapkan seorang pebisnis bisa memperhitungkan keuntungan dan kerugian yang bisa diperoleh apabila memilih salah satunya. Beternak mandiri atau konvensional memang cukup menguntungkan secara laba yang dihasilkan dinikmati sendiri. Tetapi resiko juga lebih besar saat ada kenaikan harga pakan, kurangnya pemahaman tentang perawatan ayam, dan faktor pencarian pasar ketika panen. Sedangkan pada ternak sistem plasma inti, peternak tinggal menyiapkan lahan dan tenaga untuk merawat bibit ayam yang telah disediakan oleh pabrik. Namun resikonya memang hasil yang didapatkan tidak terlampau besar. Karena pabrik juga pasti telah memperkirakan modal awal yang mereka keluarkan untuk membiayai si peternak. Biasanya pabrik-pabrik yang menawarkan sistem ternak plasma inti ini adalah pabrik distributor daging ayam untuk restoran semacam Wonokoyo dan pabrik froozen food semacam Comfeed serta Pokpan.

Apapun pilihan peternak, semua tetap memiliki sisi positif. Asalkan ada hal-hal penting yang selalu dipegang oleh mereka demi terselenggaranya sistem beternak yang menguntungkan.

Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memulai beternak ayam potong :

  • Persiapan lahan.

Persiapan lahan untuk ayam potong bisa dicari di daerah pedesaan yang masih memiliki tanah cukup luas. Hanya saja perlu dipikirkan untuk memberi penerangan sebagai penghangat apabila lahan terletak di daerah yang hawanya cukup dingin. Usahakan lahan terpisah dari perkampungan penduduk, kecuali memang penduduk setempat juga semuanya melakukan ternak serupa. Hal ini untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan udara yang mungkin dipenuhi oleh bau tak sedap dari kotoran ayam.

  • Persiapan kandang.

Buatlah kandang yang kokoh dan memiliki ventilasi yang baik. Usahakan membuat kandang tertutup dan kandang terbuka untuk bermain ayam. Sehingga ayam yang diternakkan bisa sehat dan memiliki perkembangan tubuh yang baik. biasanya kandang dilapisi terlebih dahulu dengan gamping atau batu kapur yang dihaluskan, kemudian baru lapisan pasir, dan tanah yang dimampatkan. Hal ini untuk menghindari bau tak sedap yang keterlaluan.

  • Persiapan SDM.

Adanya sumber daya manusia yang bisa diajak bekerja bersama akan mendukung upaya beternak ayam sistem konvensional maupun plasma tersebut.[AM/kabarukm.com]

sumber gambar : laelaramdini.blogspot.com

Share Kabar UKM: Facebook13Twitter1Google+0LinkedIn0Pinterest0tumblrEmail

Kabar UKM

2 Comments

    • aku mau taya selama ini yang aku rasakan selama ternak ayam yaitu ckrek di umur 20 an ada ga agar terlepas dari ckrek

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *