Cara Mengurus Sertifikat Halal MUI

logo halal MUI

Bagi pengusaha di bidang makanan, tentunya memiliki beberapa sertifikat seperti PIRT dan sertifikat halal dari MUI merupakan hal yang sangat penting untuk memberikan jaminan pada para calon konsumen produk anda. Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai cara mengurus sertifikat halal MUI yang perlu anda miliki untuk menjamin bahwa produk makanan yang anda produksi adalah halal untuk dikonsumsi. Tentunya dengan memiliki sertifikat halal dari MUI ini, akan banyak orang berani dan mau mencoba untuk membeli produk makanan anda.  Hal ini disebabkan karena hamper 90% orang Indonesia mendasarkan pada agama pada setiap pengambilan keputusan. Bagi anda yang mungkin saat ini belum memiliki sertifikat halal dari MUI, mungkin ada baiknya anda membaca artikel kali ini agar mendapatkan informasi mengenai bagaimana membuat sertifikat tersebut guna mempermudah penjualan produk makanan yang anda buat.

Sebelum anda bisa mendaftarkan produk makanan yang anda buat untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI, anda perlu memiliki ijin usaha terlebih dahulu. Oleh sebab itu, sebelum kami memberikan informasi mengenai mengurus sertifikat halal dari MUI, kami akan memberikan informasi mengenai bagaimana mendapatkan surat ijin usaha tersebut. Untuk mendapatkan surat ijin usaha, sebenarnya tidaklah sulit. Bagi anda yang memiliki usaha di bidang makanan, anda bisa mendapatkan ijin industri rumahan PIRT dengan sangat mudah. Jika anda berpikir bahwa mengurus ijin PIRT itu sulit, maka anda bisa membaca bagaimana prosesnya di artikel ini.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu anda persiapkan jika ingin mengurus atau mendapatkan ijin PIRT.

  • Fotocopy KTP.
  • Pas foto ukuran 3×4 berwarna sebanyak 2 lembar.
  • Surat keterangan tempat usaha dari kecamatan.
  • Surat keterangan dari puskesmas maupun dokter.
  • Jika memungkinkan juga disertakan denah lokasi dari tempat usaha.

Setelah anda mempersiapkan beberapa hal yang menjadi syarat utama permohonan PIRT, anda bisa datang langsung ke departmen kesehatan di kota anda dan mengajukan permohonan untuk mendapatkan ijin PIRT dengan melampirkan berbagai persyaratan yang sudah anda persiapkan terlebih dahulu.

Untuk mengajukan permohonan untuk mendapatkan PIRT, anda perlu mengisi formulir yang sudah disediakan oleh departemen kesehatan. Setelah anda mengisi dan memenuhi semua persyaratan untuk mendapatkan ijin PIRT, anda tinggal menunggu hingga departemen kesehatan melakukan survey di lokasi tempat usaha anda berada. Jika semua poin yang perlu disurvey telah selesai, maka anda akan mendapatkan ijin PIRT anda dalam waktu kurang lebih 2 minggu sejak departemen kesehatan melakukan survey di lokasi usaha anda. setelah anda mendapatkan ijin PIRT, anda akan diberikan penyuluhan lebih lanjut dari departemen kesehatan mengenai menggunakan bahan pengawet dan juga teknik pembungkusan yang baik dan dapat mengurangi kerusakan pada produk makanan yang anda buat. Namun biasanya penyuluhan ini akan dilakukan secara kolektif hingga terkumpul 20 orang baru penyuluhan akan diadakan.

Setelah anda memiliki ijin PIRT untuk usaha anda, maka anda bisa mengajukan permohonan untuk mendapatkan sertifikat halal untuk makanan yang anda produksi. Ketika anda ingin mengajukan permohonan untuk mendapatkan sertifikat halal MUI, maka anda perlu mempersiapkan beberapa hal seperti:

  • Fotocopy KTP.
  • Pas foto dengan ukuran 3×4 berwarna sebanyak 2 lembar.
  • Fotocopy surat ijin usaha.

Untuk mengurus sertifikat halal MUI, anda bisa membawa seluruh persyaratan yang telah kami sebutkan diatas ke kantor MUI di kota anda. setelah itu, anda perlu mengisi formulir pendaftaran yang berisi bahan apa saja yang anda gunakan dalam memproduksi makanan di usaha anda.

Untuk proses selanjutnya, tim dari MUI akan datang langsung ke tempat usaha anda untuk melakukan pengecekan lapangan. Dan jika tidak terjadi masalah dengan bahan yang anda gunakan untuk produksi makanan, maka kurang lebih sertifikat halal dari MUI bisa anda dapatkan dalam waktu kurang dari 2 minggu setelah dilakukannya survey lapangan. Namun jika terjadi sedikit masalah ketika pemeriksaan lapangan dilakukan oleh tim dari MUI, maka dibutuhkan waktu yang lebih lama karena perlu memperbaiki beberapa hal terlebih dahulu terutama jika anda menggunakan beberapa bahan yang kurang begitu tepat dalam memproduksi makanan yang akan anda jual.

Oleh sebab itu, jika anda berminat untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI, anda harus benar-benar memastikan bahwa semua bahan yang anda gunakan termasuk dalam bahan makanan yang aman untuk dikonsumsi.

Share Kabar UKM: Share on Facebook2Tweet about this on Twitter8Share on Google+0Share on LinkedIn0Pin on Pinterest0Share on TumblrEmail this to someone

Kabar UKM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *