Budidaya Jangkrik Di Teras Rumah

Jika saat ini ada yang mengatakan peluang kerja begitu sempit, memang benar adanya. Bagaimana tidak? Kita memang hidup di negara berkembang yang semua harus berjuang untuk dapat menggapai cita-cita masing-masing. Persaingan di dunia pendidikan masih harus diteruskan di dunia kerja kelak setelah para siswa tersebut lulus sekolah atau kuliah. Namun, apabila seseorang memiliki kreatifitas dan daya pikir yang luas maka tak akan pernah merasa bahwa lapangan kerja itu begitu sempit.

Hal ini pulalah yang dialami oleh pak Imam, seorang lulusan SD di daerah kecamatan Porong Sidoarjo, Jawa Timur. Merasa tidak mungkin mengandalkan ijasah, pak Imam mencoba mencari peluang kerja yang tidak membutuhkan banyak modal juga. Di pekarangan belakang rumahnya, sudah banyak bebek dan ayam yang dipelihara. Secara berkala, pak Imam memanen telur bebek untuk dijadikan telur asin. Sedangkan telur ayam kampung dijualnya pada pedagang jamu yang setiap tiga hari sekali mengambil di rumahnya. Merasa masih memiliki peluang bisnis lainnya, akhirnya pak Imam belajar tentang beternak jangkrik. Jangkrik memang banyak diburu untuk dijadikan sebagai makanan burung hias dan sebagai umpan memancing ikan. Harga per ekor jangkrik berkisar antara Rp100,00 sampai Rp150,00.

Dengan berbekal kandang sederhana buatan sendiri, maka budidaya jangkrik ala pak Imam justru berkembang pesat. Saat ini hampir satu desa, semua penduduknya memelihara jangkrik di teras rumah. Jangkrik, sejenis serangga yang fisiknya mirip dengan kecoa. Hanya saja jangkrik tak hidup di selokan, spesies ini justru suka tempat yang bersih dan kering. Suaranya mengerik sehingga banyak pula dijadikan sebagai pengusir tikus. Dari berbagai manfaat hewan jangkrik, maka harga jualnya juga terus meningkat. Jika lima tahun lalu harga seekor jangkrik hanya sekitar Rp50,00 saja maka sekarang sudah berlipat menjadi dua atau bahkan tiga kali lipat. Dalam satu hari, budidaya jangkrik di teras rumah dapat memanen sekitar 500 ekor jangkrik. Dengan demikian sudah dapat diperhitungkan perolehan pendapatan dalam satu harinya rata-rata Rp100,00 x 500 = Rp50.000,00. Jika dikalikan satu bulan, maka dari budidaya jangkrik pak Imam dan para tetangganya bisa memperoleh penghasilan di atas UMP (upah minimum regional) yaitu Rp1.500.000,00.

Berikut langkah-langkah budidaya jangkrik di teras rumah :

  • Pastikan bahwa teras rumah atau tempat lain di luar atau dalam rumah memang bisa digunakan sebagai tempat budidaya.
  • Buatlah kandang bertingkat dari bahan baku kayu atau tripleks.
  • Kandang dibuat bertingkat dengan ukuran sekitar 100 x 60 x 30 cm yang bisa menampung sekitar 4000 ekor jangkrik. Alas dan atasnya diberi daun pisang kering atau kertas koran.
  • Di dalam pembuatan kandang akan diperlukan pula serbuk gergaji serta list dari bambu ataupun kayu. Serbuk gergaji ini membantu perkembangbiakan si jangkrik.
  • Carilah jangkrik indukan yang mampu bertelur banyak. Cara lainnya adalah dengan membeli telur jangkrik. Perhitungan telur jangkrik : 400 gram telur akan menetaskan sekitar 80 kg jangkrik setelah berusia 35 hari. Per kilogram jangkrik berisi sekitar 1000 ekor.
  • Letakkan telur jangkrik pada kain lembab sekitar 2-3 hari mereka akan menetas. Caranya dengan meletakkan pasir di nampan dalam kandang bertingkat. Lalu letakkan lap basah di atas tingkatan nampan tersebut dan sebarkan telurnya. Tutup lap basah atau kain tetas dengan kertas koran atau daun kering. Jaga kelembaban kain tetas dengan disemprot air setiap hari secara merata.
  • Jangkrik siap menetas dalam dua sampai tiga hari.
  • Dalam rangka membesarkan jangkrik yang baru menetas, diperlukan adanya pakan berupa palet dan sayuran. Sayuran dipotong tipis dan diangin-anginkan sebelum diberikan ke jangkrik. Pemberian makan sebaiknya dua kali sehari dan gantilah tempat makan ketika akan memberi makan baru agar tidak busuk.
  • Rutin memberi minum dengan cara membasahi pasir tempat tinggal jangkrik.
  • Jangkrik siap dipanen setelah 35 hari. [AM/kabarukm.com]

sumber gambar : dhedhi-irawan.blogspot.com

Share Kabar UKM: Facebook2Twitter6Google+0LinkedIn0Pinterest0tumblrEmail

Kabar UKM

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *