Bisnis Gorengan, Sederhana Tapi Menguntungkan

Bisnis Gorengan, Sederhana Tapi Menguntungkan

Ketika sore hari, sangat mengasyikkan jika bisa menikmati secangkir teh bersama keluarga sambil menikmati gorengan. Memang gorengan bisa kita buat sendiri, tapi banyak di antara masyarakat kita yang lebih memilih membeli gorengan ke penjual daripada harus berkutat di dapur dan membuat gorengan sendiri. Hal ini biasanya terjadi pada keluarga yang para perempuannya bekerja. Setelah lelah bekerja seharian di kantor, mereka lebih suka membeli gorengan untuk dinikmati bersama keluarganya daripada harus berkutat terlebih dahulu di dapur dan menghabiskan banyak waktu. Itulah yang akhirnya membuat bisnis gorengan semakin menjamur dari hari ke hari. Walaupun sudah banyak pesaing yang membuka bisnis ini, tetapi kita tidak perlu khawatir, asalkan gorengan yang kita hasilkan terjaga kualitas dan kebersihannya maka bisnis gorengan kita ini tetap akan mendapatkan tempat di hati para pelanggan kita.

Modal Yang Diperlukan dalam Bisnis Gorengan

Dalam menjalankan bisnis gorengan ini, modal bisa kita sesuaikan dengan kemampuan yang kita miliki. Maksudnya adalah jika modal kita masih terbatas, maka gunakanlah modal yang ada itu terlebih dahulu. Sambil jalan, kita bisa mengumpulkan keuntungan sedikit demi sedikit sehingga bisnis gorengan kita ini menjadi semakin besar dengan variasi gorengan yang lebih lengkap. Di bagian analisa bisnis, permodalan dan investasi yang harus disediakan akan diulas lebih lanjut. Analisa tersebut hanya contoh yang dalam prakteknya nanti bisa disesuaikan dengan kondisi kita yang sebenarnya.

Cara Memulai

  • Penentuan lokasi bisnis sangat penting. Tetapi untuk bisnis gorengan ini, di manapun kita membuka bisnis kita, asalkan gorengan yang kita hasilkan memiliki cita rasa yang enak dengan kualitas yang terjamin maka pelanggan tidak akan segan mencari rombong gorengan kita. Bahkan kita bisa membuka bisnis gorengan ini di rumah saja. Pemasaran dari mulut ke mulut nantinya akan sangat berperan dalam hal ini.
  • Buatlah nama dagang yang unik misalnya Gorengan Bang Jos, Stasiun Gorengan, Gorengan Maknyus dan lain sebagainya. Tulis nama tersebut dengan warna dan tampilan yang menarik mata pembeli pada rombong kita sebagai ciri khas sehingga kelak pelanggan akan mudah menemukan rombong gorengan kita ini.
  • Membeli bahan baku pembuatan gorengan di toko atau di grosiran sehingga bisa mendapatkan harga yang murah. Harga bahan baku yang murah akan membuat harga dasar gorengan kita pun menjadi murah.
  • Memasang spanduk, menyebarkan brosur atau selebaran untuk memberitahukan posisi bisnis kita kepada pelanggan yang belum mengetahui adanya bisnis gorengan yang kita dirikan ini. Cara ini akan menjadi pemasaran yang bagus selain pemasaran dengan sistem mulut ke mulut.
  • Menggunakan bahan baku yang berkualitas dan merupakan bahan-bahan pilihan. Rata-rata penjual gorengan hanya menggunakan tepung terigu biasa, jika gorengan yang kita buat dengan tepung terigu bermerk, hasilnya jelas akan beda. Selain itu penggunaan telur dan bahan lainnya juga menentukan cita rasa gorengan kita. Hindari pula menggunakan pemanis buatan karena pemanis buatan akan menimbulkan rasa pahit pada gorengan.
  • Menjaga kebersihan rombong dan kebersihan saat pembuatan gorengan. Ini adalah hal yang sangat penting. Kebersihan merupakan bentuk suatu kepercayaan di mana kita tidak akan menjual gorengan yang akan membuat pelanggan kita terserang penyakit seperti penyakit perut dan diare.
  • Menghindari penggunaan minyak jelantah agar gorengan yang kita hasilkan terasa lebih enak dan tidak terlihat kotor. Yang perlu diperhatikan, bahwa penggunaan minyak jelantah ini adalah salah satu pemicu terjadinya sel kanker, kolesterol dan penyakit berbahaya lainnya. Masyarakat mulai memperhatikan kesehatan mereka masing-masing. Jika kita juga ikut memperhatikan kesehatan orang lain maka orang akan segera mengetahui kualitas produk gorengan yang kita hasilkan. Dan ini jelas akan membedakan bisnis gorengan kita ini dengan usaha borengan yang sudah ada.
  • Penggunaan minyak goreng kiloan diperbolehkan asalkan jangan dipakai berulang kali. Penggunaan minyak goreng yang berulang kali juga menjadi salah satu penyebab timbulnya penyakit berbahaya bagi tubuh.

Analisa Bisnis

Investasi awal

  • Rombong/gerobak, meja         Rp. 1.500.000
  • Papan nama, spanduk             Rp.    250.000
  • Peralatan memasak                  Rp.    250.000
  • Kompor dan tabung gas          Rp.    250.000 +

Total investasi awal                             Rp. 2.250.000

 

Biaya Operasional dan Persediaan Per Bulan

  • Kemasan                                 Rp.    500.000
  • Biaya promosi                         Rp.    100.000
  • Gaji karyawan 1 orang           Rp.    500.000

Bahan baku

  • Pisang untuk digoreng                        Rp.    500.000
  • Tahu dan isinya                       Rp.    500.000
  • Tempe                                     Rp.    250.000
  • Singkong                                 Rp.    250.000
  • Tepung terigu                          Rp.    500.000
  • Gula, bumbu                           Rp.    200.000
  • Penyusutan peralatan      Rp.      37.500 +

Total biaya produksi                           Rp. 2.237.500

Omset Penjualan Per Bulan

  • Penjualan tahu goreng

Rp. 500 x 60 x 30 hari                        Rp.   900.000

  • Penjualan pisang goreng

Rp. 500 x 75 x 30 hari                        Rp. 1.125.000

  • Penjualan singkong

Rp. 500 x 50 x 30 hari                        Rp.    750.000

  • Penjualan tahu isi, tempe

Rp. 500 x 50 x 30 hari                  Rp.    750.000 +

Total Penjualan Per Bulan                   Rp. 3.525.000

Laba

  • Omset Penjualan                     Rp. 3.525.000
  • Biaya operasional                    Rp. 2.237.500 -

Laba Per Bulan                                   Rp. 1.287.500

 

Hambatan Bisnis Gorengan

Selama ini berprinsip bahwa apa yang kita hasilkan adalah produk yang terbaik maka segala hambatan akan dapat kita atasi dengan mudah. Jangan pernah mengkhawatirkan segala sesuatu yang belum tentu terjadi. Dengan selalu berpikiran positif maka hambatan yang datang akan menjadi suatu tantangan yang akan bisa kita atasi. Semua bisnis pastilah memiliki hambatan dan tantangannya sendiri-sendiri, selama sistem pemasaran, produksi dan pelayanan yang baik, yakinlah, bisnis akan dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. [MA/kabarukm.com]

Share Kabar UKM: Facebook7Twitter11Google+0LinkedIn0Pinterest0tumblrEmail

Kabar UKM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *